Articles Comments

Coretan Dalam Kesederhanaan » Balanced Scorecard, Manajemen, manajemen stratejik » Manfaat lain Balanced Scorecard

Manfaat lain Balanced Scorecard

Mencoba mengambil pelajaran dari pengalaman memandu pembuatan Balanced Scorecard di beberapa klien, terutama dalam kurun waktu satu tahun terakhir, ternyata ada beberapa hal yang saya garis bawahi tentang implementasi Balanced Scorecard di dunia nyata. Selama ini kita mengenal Balanced Scorecard adalah alat untuk memetakan strategi sehingga mempermudah implementasinya di lapangan. Berdasarkan pengalaman tadi, ternyata Balanced Scorecard juga berfungsi sebagai evaluator terhadap kelengkapan organisasi, layaknya sebuah hasil medical check-up.

Dari hasil pemetaan strategi menggunakan Balanced Scorecard tersebut, ternyata sering teridentifikasi beberapa kekurangan organisasi, sehingga suatu strategi belum bisa diimplementasikan secara maksimal. Sebagai contoh, sebuah strategi organisasi adalah tercapainya sebuah Corporate Social Responsibility (CSR). Strategi tersebut juga sudah dipetakan menggunakan Balanced Scorecard sehingga dihasilkan beberapa langkah inisiatif untuk mencapainya. Ternyata pada saat rapat koordinasi (alignment) implementasi strategi, tidak ada satupun fungsi organisasi yang memiliki tugas dan tanggungjawab untuk melaksanakan CSR ini. Bahkan ada satu strategi yang pelaksanaannya terjadi tumpang tindih dengan fungsi lain, sehingga sangat rentan atau bahkan sering terjadi konflik selama ini.

Selain dari contoh tadi, masih banyak contoh lain yang ternyata baru terungkap setelah strategi itu mulai dipetakan. Sama seperti sebuah laporan medical check-up yang mengatakan kadar kolesterol kita tergolong tinggi, ada yang bersikap biasa saja dan tidak memperdulikannya, ada juga yang segera melakukan perbaikan terhadap pola hidupnya. Organisasi juga begitu, melihat ada hal yang ternyata berpotensi menghambat laju gerak organisasi, belum tentu semua bisa bergerak melakukan pembenahan. Apalagi untuk sebuah organisasi yang bertujuan “Asal Pimpinan Senang” atau berparadigma “Kekurangan adalah Dosa Besar”. Semua tergantung sudut pandang masing-masing, apakah menganggap itu sebuah kebenaran atau pembenaran.

Kalau sibuk membenahi kekurangan, kapan fokus sama strategi yang agresifnya donk? Pertanyaan itu juga sering terlontar, dan memang isu ini juga cukup penting untuk dibahas. Bagi organsiasi yang memilki sumber daya cukup, maka pembenahan dan agresifitas strategi dapat dilakukan secara paralel, walaupun belum tentu secepat yang diharapkan. Tapi kalau memang sumber dayanya terbatas, ada baiknya fokus pada pembenahan organisasinya dulu. Kadang untuk mencapai lompatan yang lebih jauh, tidak ada salahnya kita mundur beberapa langkah dulu bukan?

Semoga bermanfaat dan semoga 2012 anda lebih hebat dari tahun-tahun sebelumnya.

 

Rakhmat Robbi

Filed under: Balanced Scorecard, Manajemen, manajemen stratejik · Tags: , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Connect with Facebook

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>